Gerhana Bulan

Setelah Sabtu pagi dapat kabar gembira yang lebih menggemparkan dunia daripada ekstrak manggis, Suhu agak bingung bagaimana harus menyikapi berita ini. Langkah pertama adalah ke laptop dan search di internet. Pregnant. Do what. How to do.

Artikel di internet mengatakan bahwa test pack yang dipipisi tidak 100% akurat benar. Untuk memperyakin bahwa Nyonya benar-benar hamil, ada test lain yang perlu ditempuh dan perlu anjuran dokter. Nampaknya melibatkan jenis test lain, sampai perlu melibatkan dokter. Kalau melibatkan engineer, cara meningkatkan confidence interval dari akurasi hasil test pack tadi pagi, kita akan melakukan percobaan serupa dengan mempipisi 1000 test pack, dan mencari standard deviation dari hasil sampel tersebut.

Setelah ide tersebut Suhu sampaikan ke Nyonya, Nyonya tertegun sejenak. Antara kagum dan menyesal, Nyonya ambil kemudi sementara dan mengembalikan bahtera rumah tangga ini ke jalur yang lebih masuk akal. Suhu dan Nyonya bergegas menuju ke dokter terdekat. Bahkan nggak sempat mandi dan keramas, kami langsung budhaljuseyo. Gosok gigi sih pasti. Pakai odol nya lupa. Anyway, untuk menggambarkan ketergesa-gesaan kami, dengan busana compang-camping pun kami berangkat ke dokter pagi itu juga.

Dokter bilang, untuk akurasi yang pasti apakah positif hamil, perlu ambil darah. Saat mendengar ucapan dokter, Suhu agak kecewa. Lho, jadi ini belum pasti hamil ya?

Kami nurut apa kata dokter, Nyonya ambil darah untuk diperiksa. Dokter bilang hasilnya bisa diambil hari Senin. Lho, jadi ini hasilnya nggak langsung ya?

Padahal test pack yang murah meriah itu dikencingi langsung bisa tahu positif hamil. Dokternya ini sudah mahal, perlu ambil darah ditusuk sakit, masih harus nunggu hari Senin?

Tak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Suhu dan Nyonya selain menunggu. Tak ada? Untuk pasangan suami istri yang sudah mencoba selama setahun lebih tanpa hasil, apalah artinya menunggu satu dua hari lagi? SALAH! Suhu dan Nyonya sama-sama penasaran dan menuju farmasi terdekat untuk ….

Membeli test pack lagi. Kali ini yang lebih mahal. Prinsipnya sama ternyata. Dipipisi, lalu test pack nya bakal kasi tau kita apakah positip hamil. Kali ini kita beli yang lebih bagus. Karena kita nggak tahu apa kriteria test pack bagus, kita beli yang mahal. Dengan harapan dan kepercayaan bahwa lebih mahal sama dengan lebih bagus sama dengan lebih akurat lebih hore.

Gerhana BulanSepulang dari dokter dan farmasi, Suhu dan Nyonya baca-baca aturan pakai dan internet. Disimpulkan, pipis paling akurat adalah pipis pertama di pagi hari. Dalam mendayagunakan narasumber internet, Suhu dan Nyonya memegang prinsip “ndak ada salahnya percaya” terutama untuk hal-hal yang tidak krusial. Kali ini, kami juga memegang prinsip demikian, dan menunggu sampai keesokan harinya.

Keesokan harinya, Minggu pagi 20 Juli 2014, kami pipisi test pack yang mahal. Nyonya yang pipis, Suhu cuma menyemangati. Hasilnya positip. Frekuensi harapan kami meningkat. Confidence interval sampel kami sangat tinggi. 2 out of 2 test pack yang kami coba dengan brand berbeda mengeluarkan hasil yang sama. Positip hamil.

Hari Senin pun tiba. Kami jadi pasien pertama yang ada di tempat dokter. Bahkan hasil lab masih belum datang. Kami tunggu kami tunggu kami tunggu. Akhirnya kurir dari lab dengan setumpuk lab result pun datang ke tempat dokter kami. Dokter mencari lab report kami dan menjelaskan.

Menurut hasil ambil darah dan test hCG (human chorionic gonadotropin), dokter mengatakan bahwa Nyonya positif hamil antara 6-8 minggu. Enam sampai delapan minggu! Bayangkan! Sebulan lebih! Nyaris dua bulan lebih. Lalu dokter menyarankan untuk segera mencari dokter kandungan alias ginekolog.

Kami sangat riang gembira keluar dari tempat dokter. Sambil membayangkan lucunya anak kami nanti, paras Nyonya tiba-tiba terlihat mengkerut. Anggota raut mukanya semua ngumpul di tengah. Alis hidung mulut semua terkumpul, berpikir keras.

“Kalau 6 minggu … hhmmm … 8 minggu …”

“Kenapa Nya? Kenapa?”

“Aku bulan lalu masih datang bulan.”

Jeder! Suhu kurang paham korelasi antara datang bulan dan positip hamil. Lemah di pelajaran Biologi membuat Suhu menyesal tidak memperhatikan di bangku sekolah. Yang Suhu tahu, kalau induk ayam hamil, telornya jadi anak ayam. Kalau induk ayam datang bulan, telornya jadi telor dadar telor mata sapi. Karena keterbatasan otak, Suhu kembali ke internet. Pregnant. Menstruation. Hamil. Datang bulan.

Apakah mungkin wanita yang sudah hamil masih mengalami menstruasi dan datang bulan? Secara scientific nampaknya tidak mungkin, tetapi secara historikal selalu ada anomali-anomali mengenai kehamilan. Bahkan ada yang mengalami kehamilan tanpa proses pembuahan. Tapi yang ini melibatkan campur tangan malaikat dan roh kudus.

Kalau yang hamil tapi masih datang bulan, ini anomali? Atau bulannya datang tapi kita nggak kelihatan? Gerhana, gitu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s