First Trimester

Nyonya kembali bekerja setelah beberapa hari cuti sakit. Saat ditanya koleganya, Nyonya cuma mengatakan bahwa dia sakit. Tidak ada yang curiga. Yang prihatin banyak. Sakit koq berkepanjangan. Memang ada tradisi adat cina yang mengatakan tidak boleh bilang-bilang kalau lagi hamil. Paling tidak sampai tiga bulan pertama (first trimester) telah berlalu.

Suhu juga percaya hal demikian. Atas dasar logika tentunya. First trimester adalah masa-masa krusial di mana perkembangan bayi masih punya potensi banyak masalah. Mulai dari hamil anggur lah, telor nyangkut di tuba fallopi lah, dan lain sebagainya yang serem serem. Tidak ada pasangan yang mengharapkan ada anomali dalam proses kehamilah. Tapi jika ada, maka anomali tersebut biasanya muncul di awal proses kehamilan. Anomali yang bisa muncul di akhir proses kehamilan, biasanya adalah masalah bayi prematur. Jadi, logikanya kalau kehamilan beresiko gagal, hal tersebut akan ketahuan di first trimester.

Kalau kamu woro-woro terlalu awal ke seluruh dunia tentang kehamilanmu, heaven forbid bin amit amit, lalu terjadi apa-apa. Jika proses kehamilan terhenti karena faktor yang tidak diinginkan. Jika, No more pregnant no more baby. Bisa dibayangkan rasa kehilangan itu akan sangat devastating. Terlebih lagi jika sesekali orang masih bertanya “eh gimana, sudah berapa bulan?” atau mungkin beberapa tahun kemudian “baby nya udah bisa jalan?”. Tentu hal itu akan menambah rasa pedih yang sulit pulih nya.

Di sisi lain, kalau kita woro-woro di first trimester, apa gunanya? Ngasi kesempatan temen-temen kita nabung buat ngado pas bayi lahir? *hint*. Intinya, pengumuman atas positip hamil ini banyak negatifnya daripada positipnya. Maka mungkin adat tradisi cina itu berdasarkan asas logika ini. Tapi saat engkong engkong ini ditanya oleh generasi muda, engkong malas jelasin, lalu langsung sikat “Ah sudah lah nurut aja! Ini sudah tradisi turun-temurun!”

Kami mengikuti tradisi itu secara reasonable. Orang tua kami langsung kami beritahu. Percayalah, baik orang tua Suhu maupun orang tua Nyonya, lebih excited daripada kami. Nampaknya kegembiraan punya cucu melampaui kegembiraan punya anak.

“Pa, Ma, aku abis ini punya anak.”

“Ah cupu, Papa Mama udah punya tiga puluh tahun lalu.”

“Pa, Ma, kalian abis ini punya cucu.”

” …. HORREEEE!!!! “

Memutuskan untuk tidak menghemat sepeser uang pun, Suhu memilih yang terbaik untuk kesehatan si buah hati. Untuk masalah rumah sakit, Suhu memilih rumah sakit bersalin terbesar dengan fasilitas terlengkap. Untuk dokter rutin, dan yang nantinya akan menangani persalinan, Nyonya memilih kepala departemen uroginekologi Dokter Han.

Nyonya menelepon tempat praktek Dokter Han. Karena Dokter Han sangat populer, tidak dianjurkan walk-in langsung datang ke sana, harus dengan appointment. Nyonya membuat appointment lewat telepon, dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Slot paling awal 1 Agustus 2014. Ini masih tanggal 22 Juli 2014, bung! Satu minggu lebih?!?! Wah, Dokter Han sangat populer. Pasti banyak pasiennya. Jangan-jangan nanti pas mau melahirkan juga mesti antri sama dualusin ibu hamil.

“Iyak, ibuk nomer tiga! Push, bu! Push! Ibu nomer dua puluh tiga sudah kelihatan kepalanya! Ibu nomer delapan belas tahan ya, ini baru bukaan tujuh seperempat jangan dipush nanti suwek! Sabar bu! Ibu nomer tiga, PUSH BUK! PUSH! Sikile kecanthol Bu! Oh maaf Pak pulang dulu aja, minggu depan kembali lagi, lagi penuh nih. Istrinya suruh nyedot lagi bayinya. Sabar ya.”

First TrimesterSesuatu yang Suhu pelajari dari proses kehamilan ini, pencipta istilah morning sickness ini kira-kira laki-laki. Alesannya simpel. Morning sickness ini disinyalir pas suaminya berangkat kerja, lihat istrinya yang hamil mual-mual muntah-muntah. Ooo kalau pagi nggak enak badan, kita kasi nama simptom ini morning sickness. Padahal, morning sickness ini nggak harus morning. Morning sickness terjadi di saat morning afternoon evening night dawn and twilight.

Sembari menunggu hari appointment dokter yang pertama, Nyonya mulai menambah koleksi. Benul. Koleksi. Koleksi keluhan untuk disampaikan dokter. Sangat banyak mulai dari yang normal seperti mual. Sampai yang aneh seperti hasrat ingin ngunyah bantal.

Makan nggak enak, tidur nggak nyenyak, eek lunak lunak. Punggung sakit, boyok kecentit, hidup morat marit. Hidung buntu susah bernafas, perut kembung penuh dengan gas, mudah marah cepat beringas. Tidak bisa makan makanan berminyak, tidak bisa makan makanan berlemak, tidak bisa makan makanan enak.

Suhu tanya-tanya ke teman-teman yang sudah hamil, sedang hamil, yang istrinya hamil, yang dihamili dan menghamili, intinya semua orang yang lebih berpengalaman. Ternyata yang dialami Nyonya ini sesuatu yang umum dialami bumil (ibu hamil) lain. Variannya antara lain, tidak bisa makan nasi, cuma bisa minum soft drink berkarbonasi, semua cenderung ke tidak enak badan dan makanan yang selektif.

Segala simptom yang dialami Nyonya Suhu catat di sebuah buku. Untuk dipersiapkan dibawa ke Uroginekolog Dokter Han nanti waktu First Appointment.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s