Eksperimen Howek

Dari proses antenatal kami belajar banyak hal. Hal-hal teknikal seperti first trimester screening untuk mendeteksi down syndrome. Yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari seperti makanan apa yang harusnya dihindari dan minuman apa yang harus dijauhi. Bagi ibu-ibu yang sedang mengandung sebaiknya mencegah makan granat dan minum limbah.

Untung bagi Nyonya, dokter Han adalah dokter yang sangat liberal dalam hal ini.

“Makan apa aja yang kamu suka. Tidak ada pantangan.”

Yang dimaksud dokter Han sebenarnya adalah makan normal seperti sebelum hamil. Asalkan bisa makan, makan. Begitu menurut dokter. Lha sekarang makan saja sulit. Kuah ayam masuk mulut, tiba-tiba Nyonya sudah pingin howek. Dikasih minum air buat membasuh sisa kuah ayam di mulut, air putih dibilang rasa pipa ledeng.

Suhu jelas bingung. Kapan kamu pernah njilati pipa ledeng? Tapi Suhu jadi paham maksud dokter Han tentang pandangannya tidak ada pantangan. Intinya adalah hidup sudah susah jangan dibuat tambah susah. Setiap hari menjadi sebuah petualangan bagi Suhu dan Nyonya untuk menjalani proses ini. Proses Eksperimen Howek!!! Dinamakan serupa dengan proses verbal yang dilakukan saat makanan Nyonya gagal masuk.

Sama seperti bagaimana Suhu mengatasi permasalahan di tempat kerja, Suhu membuat logbook untuk mencatat semua perubahan dan anomali. Di lapangan, Suhu menakar pasir, batu, semen, aditif, lalu ngecor beton. Amati kualitas beton, uji tekan, catat hasil. Di rumah, Suhu mencoba kombinasi makanan Nyonya, sayur ini, lauk itu, minum ini. Howek, catat. Semua dipermutasi dan dikombinasi untuk menemukan makanan apa yang bisa masuk perut Nyonya.

Dengan sistem eliminasi, Nyonya sangat sensitif terhadap makanan-makanan berikut. Ayam, bebek, burung, angsa dan sebangsa petok petok lainnya. Baunya saja sudah bikin hilang selera makan dan mempengaruhi makanan lainnya yang padahal kalo dikonsumsi sendiri nggak apa-apa. Yang kedua minyak. Minyak kalau dijadikan medium penggorengan seperti fish fillet, tahu goreng, lolos sensor. Tapi kalau minyak mengapung di kuah, howek. BAYANGKAN. Bayangkan logbook macam apa yang Suhu dan Nyonya buat sampai bisa mengeluarkan kesimpulan seperti ini.

Siapa yang waktu SMA bliang perkalian matriks tidak ada gunanya? Kita bisa menggunakan hasil statistik ini untuk beli makanan secara strategis di warung nasi milih nunjuk (Cai Fan stall). Suhu dan Nyonya juga memverifikasi bahwa meskipun howek datang dan pergi, perut harus selalu dalam kondisi terisi, rasa lapar membuat sensasi howek teramplifikasi. Untuk kalian yang tidak bisa membayangkan, kalian tahu kan rasanya lapar? Nggak enak kan? Bayangkan waktu kalian lapar, kalian makan makanan enak. Terus howek. Kira-kira seperti itu.

Yang membuat hal ini sulit adalah saat eksperimen howek, terkadang eksperimen ini terganggu oleh mual howek reguler. Jadi ada howek insidentil yang dipicu makanan tertentu. Ada mual howek yang meskipun Nyonya nggak ngapa-ngapain tetap mampir. Kami berusaha keras mencari apa faktor penyebab howek reguler. Dan nampaknya howek reguler muncul saat Nyonya bernafas.

Untuk mengatasi howek insidentil, sistem seleksi makanan sudah kami lakukan. Untuk howek reguler, Nyonya punya trik-trik yang menarik. Ada tips dari ibu-ibu di kantor yang sudah berpengalaman. Mereka jauh lebih senior di bidang hamil kehamilan ini.

Wristband anti mual. Setelah digoogle di internet bentuknya seperti ini. Milik Nyonya sedikit berbeda. Beda harga dan beda rupa. Punya Nyonya wristband Made in China. Berfungsi secara ajaib. Hanya dipakai seperti arloji di pergelangan tangan, rasa mual akan berkurang sementara. Kita perlu penemuan-penemuan seperti ini di sekitar kita.

Vicks Vaporub. Dari dulu Suhu mengira barang ini dipakainya seperti balsem untuk dioles-oleskan di bagian dada biar sensasi menthol. Ternyata ada jurus dicampur air panas dan asapnya dihirup. Bisa menghilangkan mual. Untuk yang merasa hal tersebut kurang praktis, ada alternatif. Vicks Inhaler, produk dengan fungsi serupa dengan kemasan bentuk tampon.

Proses Eksperimen Howek sangat melelahkan bagi Nyonya dan sangat mengenyangkan bagi Suhu. Mulai dari Nyonya mencoba sesuap jenis makanan, howek, Suhu menghabiskan sisanya. Jenis makanan selanjutnya, ulangi sampai Nyonya mendapat asupan makanan ideal. Itupun tidak bisa makan banyak. Sisanya Suhu. Suami yang penuh tanggung jawab.

Eksperimen HowekSepanjang Eksperimen Howek, sesekali Suhu dan Nyonya melihat kalender.

Hhmmm…. masih awal September. Jalan ini masih panjang. Semoga kita dikuatkan.

Advertisements

One thought on “Eksperimen Howek

  1. Pingback: Son or Daughter |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s