Belajar Melahirkan

Tiga puluh persen dari materi les mbayi adalah belajar melahirkan. Topik yang disebar secara mendetil memastikan setiap ilmu dijelaskan secara ekstensif. Mulai dari Coping with the first stage of labour. Ibarat maen game nintendo, proses melahirkan juga dibagi menjadi beberapa stage.

Untuk stage satu, ini terdiri dari kontraksi dan bukaan (dilatation of cervix). Proses mengejan ini sering menghantui ibu-ibu yang melahirkan lantaran pengalaman buruk dari kehamilan sebelumnya, atau denger-denger cerita ngeri dari ibu-ibu lain. Lingkaran setannya dimulai dari Fear (ketakutan), semakin takut semakin Tension (tegang), semakin tegang semakin Pain (sakit). Karena sakit berkelanjutan, muncullah Fear (ketakutan) bahwa mitos ibu-ibu itu benar. Jadi siklus Fear – Tension – Pain itulah yang harus diputus dengan berbagai macam cara relaksasi.

Tujuan dari stage ini adalah menyimpan tenaga untuk stage berikutnya. Jadi untuk stage satu kita simpan amunisi-amunisi yang bagus dari bonus stage untuk melawan boss besar di final stage. Cara relaksasi yang dianjurkan adalah pernafasan, masuk dari hidung keluar dari mulut, untuk mencegah terengah-engah dan makin lelah sebelum waktunya.

Suami juga bisa membantu meringankan beban istri dengan cara spousal support antara lain. Massage, yaitu pijat bagian yang sakit untuk relaksasi dan memicu keluarnya endorfin. Distraction, yaitu mengalihkan perhatian istri dari kesakitan (memutar lagu-lagu favorit istri di mp3 player). Encourage, yaitu memberi semangat untuk istri (memutar lagu-lagu kebangsaan dan kemerdekaan), dan memperhatikan nafas istri. Karena di situasi pelik tersebut biasanya istri lepas kontrol nafas. Pastikan istri anda tidak bernafas terengah-engah, dan yang lebih penting pastikan jangan lupa bernafas.

Bayi lahir pada usia 38 sampai 42 minggu pada umumnya. Contoh yang tidak umum adalah Portgas D Ace yang di dalam kandungan ibunya selama 20 bulan dan Sungokong yang lahir dari batu. Di masa-masa inilah kita perlu waspada akan proses melahirkan stage satu yang kita bahas di atas.

Dalam stage satu ini, yang kita perhatikan adalah cervix dilatation atau istilah awamnya bukaan. Biasanya dicek oleh staf medis dengan memasukkan jari untuk mengetahui saluran keluarnya bayi sudah terbuka berapa senti. Ibarat game nintendo, di stage 1 ini ada 1-1, 1-2, dan 1-3. Habis itu 1-4 lawan bos besar.

Bukaan 0 sampai 4. Durasinya paling panjang. Kontraksi bervariasi antara 5 – 20 menit. Bahkan beberapa ibu-ibu ada yang tidak merasakan bagian ini. Saking terlatihnya mules-mules pas datang bulan, mati rasa pas kontraksi beneran. Ini bagian paling tidak intens, kalau di game, ini cuma bagian tutorial-tutorial yang lakonnya HP nya gak bisa berkurang dan banyak bonus-bonus amunisinya.

Bukaan 4 sampai 7. Ini fase aktif. Dengan perkembangan 1 sampai 1.5 senti per jam, bagian ini bisa berlangsung satu sampai lima jam. Di saat ini sudah diramalkan akan terjadi kebelet pipis yang luar biasa karena ada tekanan fisik di daerah selangkangan yang menekan kandung kemih.

Bukaan 7 sampai 10. Kontraksi semakin stabil dengan interval 2 sampai 3 menit. Durasi fase ini paling cepat, sekitar 30 sampai 90 menit. Juga disebut transition phase karena setelah fase ini, dari stage satu akan berangkat ke stage dua, lahirnya bayi. Dalam fase ini, ibu hamil akan mengalami hasrat ingin ngeden. Pada saat ini teknik nafas pant-pant-blow diterapkan. Kira-kira stepnya seperti ini. Tarik nafas cepat, hembus pendek, hembus pendek, hembus panjaaaaang. Ulangi. Tarik nafas cepat, hembus pendek, hembus pendek, hembus panjaaaang.

Tujuannya agar ibu tidak mulai push sebelum bukaannya maksimum. Dalam situasi tersebut bisa jadi ibu tidak peduli dan mulai push bayi keluar dan akan mengakibatkan robek di saluran keluarnya bayi. Perlu kerjasama dari staf medis, ibu hamil, bayi, dan suami selaku penggembira agar ibu hamil tidak push sebelum waktunya.

Ada beberapa syarat atau trigger ibu hamil pergi ke rumah sakit. Yaitu.

  • Air ketuban pecah.
  • Kontraksi.
  • Show.
  • Sakit bukan main.
  • Decrease movement.
  • Pendarahan.

Belajar MelahirkanDari first stage kita beranjak ke second stage of labour. Stage ini ditandai dengan full dilatation of cervix alias bukaan sepuluh. Bagi orang lain, tahap ini sangat simpel. Crowning, kepala bayi keluar, menoleh sedikit untuk memberikan ruang agar bahu bisa keluar, dan eng ing eng bayi lahir. Persis seperti video-video kelahiran yang bisa kalian cari di youtube. Durasinya bervariasi dari beberapa menit sampai dengan dua jam.

Third stage adalah proses melahirkan plasenta. Plasenta sendiri merupakan lingkungan tempat bayi tinggal selama sembilan bulan terakhir. Karena bayinya sudah lahir, maka plasenta ini sudah tidak terpakai lagi dan harus dibuang. Kabel charger yang menghubungkan ibu dan anak dipotong karena tidak lagi terpakai, bayi diambil dari proses persalinan untuk dibersihkan dan diperiksa mulai dari panjang dan berat, sampai penilaian yang lebih modern seperti APGAR score. Setelah pemeriksaan bayi selesai, bayi dikembalikan ke ibunya untuk first feed alias netek perdana.

Bagi pasangan Suhu dan Nyonya, menghafalkan materi di atas bukanlah hal yang susah. Digembleng jalur pendidikan selama belasan tahun, teori seperti ini tidak menjadi tantangan. Yang kita cemaskan, ujian praktek.

Advertisements

One thought on “Belajar Melahirkan

  1. Pingback: Kraiwuf |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s