Weight Loss

Ibarat kepompong menjadi kupu-kupu, gadis-gadis belia yang sudah menikah kemudian hamil akan mekar membahana. Sudah menjadi idaman bagi para ibu-ibu yang baru melahirkan untuk kembali ke bentuk asal. Bukan rahasia bahwa sepanjang masa kehamilan ibu hamil bisa naik berat badan sepuluh kilo bahkan lebih.

Pernahkah terbersit di pikiran kalian, setelah bayi lahir ditimbang, rata-rata lahirnya sekitar tiga kilo. Lantas, sisanya ke mana? Perut yang memuai itu dari mana datangnya, dan kapan perginya?

Turun berat badan menjadi target ibu-ibu yang pergi sanggar senam, oles-oles salep, pakai korset, kasi bedak lalu goreng jadi risoles. Tapi untuk ibu-ibu yang masih hamil bin belum melahirkan, weight loss ini adalah sebuah mimpi buruk.

Tanggal 3 Maret 2015, Nyonya menggelitik Suhu yang sedang tidur. Di tengah-tengah antara siuman dan tak sadar Suhu menanggapi pembicaraan Nyonya.

“Aku koq krasa enteng ya?”
“Iya kamu nggak gemuk koq.”
“Aku gemuk ya?”
“Nggak kamu enteng koq.”
“Perutku krasa ringan.”
“Timbang lah. Dari sini masih sama gedhe kayak semangka.”

Setelah timbang, Nyonya dengan panik menarik Suhu turun dari kasur. Ternyata gak keliatan timbangannya, ketutupan perut.

Heran. Benar turun beratnya. Jangan-jangan timbangannya rusak. Suhu coba naik. Wah koq gemuk. Pasti timbangannya rusak. Mari kita cari second opinion. Di depan rumah Suhu ada Community Club tempat warga setempat berolahraga, berlatih dansa, dan aula umum. Di sana ada timbangan digital yang bisa ngukur BMI. Suhu dan Nyonya beranjak ke sana untuk memperoleh nilai berat badan yang lebih akurat.

Singkat cerita kami timbang berat badan di sana. Suhu tetap gemuk, tapi ini informasi yang kurang penting. Berat badan Nyonya turun. Aneh. Sebenarnya masa ini adalah masa perkembangan berat badan paling pesat. Minggu-minggu terakhir.

Jawaban dari pertanyaan di atas, kalau ibu hamil naik sepuluh kilo, anaknya lahir tiga kilo, sisanya adalah amniotic fluid. Cairan yang menjadi lingkungan hidup bayi selama dalam kandungan ibu. Di indonesia kerap disebut air ketuban, entah dari mana asalnya. Saat air ketuban ini pecah, ibu hamil akan merasakan sensasi ngompol, dan itu adalah saatnya bayi dilahirkan. Karena saat air ini bocor, lingkungan dalam perut ibu sudah tidak kondusif untuk memelihara bayi.

Mengingat cairan ini volumenya cukup banyak untuk melindungi bayi dalam kandungan, jika terjadi kebocoran, maka berat badan ibu hamil akan berkurang. Ini yang menjadi kecurigaan pertama Nyonya. Ada kasus nyata di mana air ketuban berkurang secara sedikit demi sedikit meskipun belum bukaan, sehingga bayi belum bisa lahir alami tapi air ketuban sudah berkurang.

Nyonya segera menghubungi rumah sakit untuk menjelaskan kondisinya dan kecurigaan kami berdasarkan gejala yang kami alami. Untungnya Nyonya sekarang sudah cuti hamil, sehingga bisa istirahat di rumah dan bisa kapan saja beranjak ke rumah sakit tanpa perlu prosedural birokrasi di kantor untuk pulang awal dengan alasan berobat.

Suster jaga dokter Han mengatakan bahwa turunnya berat badan pada minggu ke 38 bukanlah hal yang normal. Tapi sayang sekali pada hari ini, dokter Han tidak bisa menangani pasien untuk checkup. Jika mau checkup, akan diperiksa dokter lain yang available. Karena hari ini adalah tanggal cantik (3 Maret) banyak orderan operasi caesar. Tapi suster bisa memberi kami slot besok sore.

Weight LossMengingat riwayat kesehatan Nyonya sudah di tangan dokter Han selama ini, kami memutuskan untuk mengambil slot besok sore. Dengan pertimbangan, kalau memang ada tanda bahaya seperti darah dan kontraksi, kami akan langsung berangkat ke Delivery Suite.

Keesokan harinya, sore itu kami menjumpai dokter Han di klinik AMK, karena pada hari-hari tertentu dokter Han tidak praktek di The Private Suite. Jadi sebenarnya kalau diurut dari checkup pertama, kami sudah katham menjumpai dokter Han di tiga tempat prakteknya. Mulai dari first appointment kami di kelas ekonomi, checkup rutin kami di The Private Suite, sampai klinik AMK tempat dokter Han praktek di luar Rumah Sakit bersalin.

Dokter Han memeriksa dengan cermat, tapi tidak menemukan anomali pada bayi. Bayi sehat dengan degup jantung normal. Tapi, sekali lagi, Nyonya belum siap untuk melahirkan. Turunnya berat badan disimpulkan karena Nyonya khawatir, makan kurang dari biasanya, atau metabolisme berlebih. Entah apa sebabnya, yang jelas berat badannya turun, dan yang terpenting bagi kami semuanya sehat.

Tapi kapan bayi ini mau keluar, sekarang masih minggu ke 38 menuju ke minggu ke 39. Anytime now, baby. Anytime now.

Advertisements

2 thoughts on “Weight Loss

  1. Pingback: Final Checkup |
  2. Pingback: Kraiwuf |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s