Kraiwuf

Nyonya mengeluh punggungnya sakit. Bukan pertama kali dalam masa kehamilan ini Nyonya mengeluh demikian.

Bukan cuma sakit punggung. Kepala pusing tuing-tuing. Perut mual. Kaki bengkak tangan pegal. Hampir semua keluhan kesehatan dialami oleh Nyonya pada masa-masa akhir kehamilan. Berbeda dengan second trimester di mana Nyonya sangat enjoy kehamilan ini, third trimester penuh dengan rasa was-was dan rasa curiga.

Jangan-jangan, ini mau lahir. Jangan-jangan, ini kenapa-kenapa. Jangan-jangan. Jangan ah. Semua jangan-jangan sudah dicoba, termasuk jangan kunci dan jangan asem.

Suhu sudah sering mendengarnya. Sangat sering. Mulai dari khawatir, prihatin, sampai terbiasa.

Benul. Terbiasa. Meskipun kalau diceritakan di sini Suhu akan terlihat seperti suami yang kurang baik, efek ini sangat nyata. Saking seringnya efek ini muncul akhir-akhir ini, Suhu dan Nyonya punya istilah untuk sakit yang datangnya terbiasa ini. Yaitu kraiwuf.

Kraiwuf adalah derivasi dari idiom inggris. Dari cerita rakyat tentang anak kecil pembohong yang memanggil seisi kampung karena serigala datang. Padahal anak nakal ini cuma tipu-tipu. Cerita ini berakhir dengan saat serigala datang beneran, seisi kampung tidak peduli teriakan anak ini dan melanjutkan nonton sinetron Ganteng Ganteng Serigala. Moral ceritanya adalah kalau kamu berbohong, saat kamu berucap kebenaran kamu tidak lagi dipercaya.

Maka saat bayi ini mengajak Suhu dan Nyonya ke Rumah Sakit Bersalin empat kali. Benul. Empat kali. Mulai dari saat Nyonya mengalami pendarahan di kantor, checkup rutin saat estimasi kelahiran minggu ke 39, berat badan berkurang disinyalir karena airnya bocor, sampai final checkup barusan untuk menentukan perlu tidaknya induksi.

Jadi saat siang itu Nyonya berkata kepada Suhu punggungnya sakit, perutnya mual, kakinya bengkak, kulitnya gatal, Suhu cuma membatin. Kraiwuf.

Nyonya kemudian mengajukan sebuah pertanyaan yang menguncangkan semesta.

“Kontraksi itu rasanya kayak apa ya?”

Oke. Satu hal yang perlu diperjelas di sini. Suhu mewakili kalangan khalayak para suami di dunia, merasa bahwa seharusnya bagian kontraksi-itu-kayak-apa masuk job scope para istri, terletak di appendix job description, di halaman yang sama dengan cara-mengeluarkan-susu-dari-payudara. Tapi dalam proses kehamilan ini Suhu belajar banyak. Dan satu hal yang Suhu pelajari dan ingin share di sini adalah.

Ternyata wanita sama clueless nya dengan pria.

KraiwufSuhu jadi sadar bahwa ini juga pengalaman pertama untuk Nyonya. Kalau dipikir-pikir, kalau Nyonya tiba-tiba paham tentang proses kelahiran dan care of the baby, agak mencurigakan. Jangan-jangan Nyonya kerja jadi akuntan part time jadi bidan.

Jadi untuk para istri di luar sana, pahamilah bahwa suami mempunyai harapan yang tinggi pada kalian. Bahwa kalian akan secara alamiah dan natural akan menjadi induk yang baik. Entah bagaimana caranya. Di National Geography dan Discovery Channel anak kuda lahir langsung lari dan netek ke induknya. Bapaknya kuda cuma lari-lari prancing di prairie.

Untuk para suami di luar sana, pahamilah bahwa istri itu serba ketakutan. Mereka juga bingung karena mereka sama persis seperti kalian, nggak tahu apa-apa. Tapi somehow entah kenapa society memberikan pressure pada mereka untuk jadi ibu yang baik. Mungkin karena komunitas kita hanya memberikan standar ayah yang baik adalah yang bisa menafkahi keluarganya, punya pekerjaan yang stabil dan membawa uang pulang ke rumah, sementara standar ibu yang baik adalah yang bisa ngurus anak, menjaga agar dapur tetap ngepul, bisa masak njahit bersih-bersih rumah dan kalau lebaran pulangnya nggak lama-lama.

“Kontraksi rasanya kayak apa ya?”

Nyonya mengulangi pertanyaannya. Suhu tidak menjawab karena juga tidak punya jawaban. Suhu memberikan hapenya, memberikan kontak Dina pada Nyonya. Biar tanya sendiri urusan gini-gini. Bukan karena Suhu canggung memperbincangkan masalah keibuan dengan Dina, dia mah asik aja orangnya. Masalahnya tiap informasi melalui lebih banyak media, akurasinya semakin tidak terjamin.

Setelah Nyonya hanyut dalam pembicaraan dengan DIna dalam dunia maya. Suhu bertanya.

“Jadi kamu kontraksi beneran?”
“Bukan, ini namanya Braxton Hicks contraction.”
“Apa itu?”
“Kayak kontraksi tapi nggak reguler, palsu lah”

Oh. Kraiwuf.

“Tapi sakit.”

Suhu ingat di kelas saat Belajar Melahirkan, salah satu syarat trigger pergi Rumah Sakit adalah sakit bukan main.

“Ke rumah sakit yuk.”
“Ntar dulu deh, ngantuk. Aku coba tidur dulu. Kalau bangun masih sakit kita pergi minta painkiller.”
“Oke.”

Sakit tapi bisa tidur dulu. Suhu makin yakin ini cuma kraiwuf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s