Daddy’s Log March 2015

Sekarang Enjel sudah berusia sepuluh hari. Beberapa pengamatan Suhu pada spesimen baru ini buah hati kami, Enjel, adalah sebagai berikut.

Primal Instinct
Saat sampai di rumah kami, hal pertama yang Enjel lakukan adalah. Eek. Ini jelas-jelas cara hewan di hutan menandai teritorial kekuasaan. Tidak sampai lima menit masuk rumah, kami taruh Enjel di ranjang. Brruuttt. Wajah Enjel tetap rata tak berdosa. Seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi semua makhluk hidup di sekitarnya tahu bahwa sampai radius bau ini tercium, sudah menjadi daerah kekuasaan Enjel. Yang bisa mencium bau ini adalah bawahannya, wajib memberi Enjel makan, memandikan, dan ini kenapa kalian ganti popoknya? Hweeeaaa!!!! Enjel masih belum mengerti banyak hal di dunia ini. Antara lain konsep bahwa popok harus diganti yang bersih. Enjel masih merasa bahwa sensasi hangat di daerah pantat itu nikmat.

Daddys Log March 2015

In progress
Sebagai bayi, Enjel masih belum develop sistem saraf manusia secara mendetil. Sistem sarafnya masih in progress, terlihat dari gerakan-gerakan tangan dan kaki yang masih kacau, tidak sinkron, dan tidak terkontrol. Seringkali Enjel menggerakkan tangan dengan swing motion yang terlalu kencang, dan memukul kepalanya sendiri. Satu lagi yang masih di luar kendali Enjel adalah rasa sakit. Jelas-jelas nggebug kepala sendiri sampai bunyi Plaakk!!! Wajah Enjel tetap rata tak berdosa.

Pancaindra
Dari sekian indra Enjel untuk memantau dunia, nampaknya yang paling kuat adalah indra penciuman. Terutama mencium bau susu. Dengan mata tertutup, Enjel bisa merespon dengan gerakan gembira tak terkontrol jika Nyonya mendekat. Jelas ini adalah keahlian atau bakat terpendam. Sementara indra lainnya lumayan telat. Pendengaran sudah ada indikasi, misalnya saat pintu tak sengaja terbanting karena angin, dua kaki dan dua tangannya mengejang tak terkontrol tanda terkejut. Indra penglihatan aadalah indra yang Suhu paling mudah melihat perkembangannya. Enjel masih sering tatapan mata kosong melihat ke langit-langit ruangan. Di usia sepuluh hari, hitam bola mata sudah bisa mulai mengikuti gerakan jari Suhu ke kiri dan ke kanan. Saat Suhu mencoba memajumundurkan jari untuk melihat seberapa jauh dekat Enjel bisa melihat, hitam bola mata Enjel terlihat bereaksi perlahan membesar mengecil seperti kamera berusaha fokus.

Kontrol
Enjel masih banyak belum bisa mengendalikan otot-otot seluruh tubuhnya. Misalnya saat diberi jari Suhu di telapak tangannya, Enjel belum bisa menggenggam. Dengan bantuan Suhu membuka jari-jemari kecilnya, Suhu meletakkan jari Suhu dalam genggaman tangan Enjel. Setelah menggenggam, Enjel kesulitan untuk membuka genggamannya sendiri. Genggaman tangannya masih lemah dan relatif mudah untuk dibuka jari-jemarinya tanpa perlawanan berarti.

Refleks
Suhu membaca tentang Moro Reflex sebelum Enjel lahir. Seperti kejang tapi sangat sebentar. Yang paling parah kalau refleks ini keluar saat Enjel sedang tidur. Kadang Enjel terbangun dan jadi susah tidur lagi. Refleks lain yang Suhu amati adalah, saat tangan Suhu mendekati wajah Enjel dengan kecepatan yang cukup dahsyat, Enjel TIDAK BERKEDIP! Di usia sepuluh hari, Suhu mencoba lagi mendekatkan telapak tangan seolah menampar, tapi direm di saat-saat terakhir. Akhirnya Enjel bisa berkedip, tapi dengan delay sekitar satu detik.

Support
Yang berkembang bukan hanya Enjel. Tapi juga support system di sekitarnya. Yaitu orang tua nya. Suhu dan Nyonya selaku papa mama Enjel, mulai perlahan mengerti beberapa indikasi tangisan Enjel. Pada hari-hari awal, kegelisahan sering memuncak dalam setiap insan dalam keluarga ini. Suhu sendiri selalu gelisah kalau Enjel nangis tanpa sebab yang jelas. Dan Enjel jelas-jelas gelisah kenapa-orang-ini-bego-nggak-ngerti-mauku-apa.

“Iya njel kamu kenapa nangis terus? Kamu pipis? Ngompol? Gak bisa kentut? Lapar? Sumuk? Kadhemen? Gatel gatel? Sini papa garuk. Mana gatel? Pantat gatel? Sini papa …”
*Bruuuttt*

“Nyaaa…. Enjel eek.”

Lain Suhu lain Nyonya. Dengan mendengarkan tangisan Enjel, Nyonya bisa mengetahui apa mau Enjel. Nyonya merasa video youtube tentang arti tangisan bayi ini lumayan akurat. Nyonya sudah bisa membedakan antara tangis sederhana seperti tangis lapar atau tangis ngantuk. Sampai kombinasi lapar sambil eek. Juga yang level advanced seperti tangis berkepanjangan. Nangis karena pipis, pas popok dibuka nangis karena kedinginan, setelah ganti popok nangis kelaparan.

Jadi pada hakekatnya, yang berevolusi bukan hanya Enjel yang belajar menjadi manusia. Tapi juga Suhu dan Nyonya yang belajar menjadi Papa dan Mama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s