Dokumen Bayi – Paspor – Step 3

Setelah kita mengurus Surat Pencatatan Kelahiran (lihat step 2), langkah selanjutnya adalah membuat paspor. Tujuannya simpel. Anak kita Warga Negara Indonesia, suatu hari perlu terbang ke Indonesia, terbang ke Indonesia perlu paspor di imigrasi. Sederhana. Bayi perlu paspor.

Jadi bikinnya bisa nanti kalau mau pulang? Jawabnya tidak.

Saat kamu masuk sebuah negara asing, kamu perlu travel document yang valid.

Bayi yang lahir di Singapura, tidak punya travel document. Saat mbrojol dari rahim ibunya tidak pegang paspor. Papa mama nya yang harus ngurusin.

Batas pembuatan travel document ini 42 hari setelah bayi lahir. Tapi jangan ditunda sampai hari terakhir, karena seperti halnya mengurus akte lahir yang cuma dibatasi 14 hari, masih ada step-step berikutnya. Sekarang kita bahas cara bikin paspor dulu.

Berikut dokumen yang dibutuhkan, sumber dari http://www.kemlu.go.id/singapore/Pages/AboutUs.aspx?IDP=51&l=id

Persyaratan Untuk WNI yang baru lahir di Singapura:

Untuk WNI yang baru lahir di Singapura (bayi) yang ingin dibuatkan paspor RI, maka orang tua yang bersangkutan harus datang langsung ke Bagian Imigrasi KBRI Singapura dengan membawa dokumen-dokumen sebagai berikut:

Formulir Permohonan (PERDIM:11 – formulir warna putih) yang telah diisi lengkap. Formulir dapat di-download di sini.
ID Card Singapura milik orang tua (salah satu) dan fotokopinya (Work permit, Employment Pass, S-Pass, Dependant Pass, Student Pass, Permanent Resident)
Surat Akte Kelahiran yang sudah disahkan dari Fungsi Konsuler KBRI Singapura
Surat Kelahiran dari Registrar Singapore
Paspor dan Akte Nikah Orang Tua
Hanya diberikan jika salah satu dari orang tua adalah WNI penduduk Singapura, jika tidak maka yang bersangkutan akan diberikan SPLP

1.Formulir Permohonan.
Ambilnya form kosongnya sudah waktu ngurus Surat Pencatatan Kelahiran hari sebelumnya, biar bisa diisi di rumah.

2.Surat Pencatatan Kelahiran
Dokumen yang diperoleh dari step 2 kemarin semestinya sudah selesai, jadi di hari yang sama, ambil suratnya dari lantai 2, lalu turun ke lantai 1 untuk fotokopi dan dipakai mengurus bikin paspor.

3. Birth Certificate
Akte lahir Singapore yang sudah diperoleh dari step 1 waktu bayi baru lahir.

4. Paspor Papa dan Mama

5. Akte Nikah

6. IC Papa dan Mama

Familiar? Benul. Karena memang persyaratannya sama dengan persyaratan Step 2. Cuma ditambah Surat Pencatatan Kelahiran (yang didapat dari Step 2) dan Formulir Permohonan.

Mudah bukan?

Setelah dokumen lengkap beserta fotokopiannya, ajukan ke loket pembuatan paspor di dua counter paling kiri. Sejenak kemudian nama bayi akan dipanggil untuk foto. Jadi ingat, bayinya harap dibawa.

Untungnya pihak KBRI tidak terlalu rewel. Foto bayi merem, noleh, mangap, tidak keliatan telinga, tidak terlalu dipermasalahkan. Kami sudah buktikan sendiri. Foto paspor bayi kami merem, noleh, mangap, tidak keliatan telinga, dan pihak KBRI oke oke wae.

Habis foto pergi ke loket dekat pintu keluar untuk bayar.

Biaya: S$ 38. dapat paspor 48 halaman.

Bukti pembayaran harap disimpan, untuk ditunjukkan waktu mau ambil paspor dengan paspor setelah paspor jadi dalam 3 hari kerja. Kami foto bayi di KBRI tanggal 24 dan slip bukti collection kami dialokasikan tanggal 26 sore antara pukul 15.00-17.00. Saat ambil paspor jadi bayi tidak perlu dibawa.

Untuk step 1 dan 2 cukup orang tua nya yang ngurus (kalau bisa Papa biar Mama ngurus bayi di rumah) tapi untuk step 3 ini ingat, BAYI HARUS DIBAWA.

Setelah foto paspor dan bayar, ingat. BAYI DIBAWA PULANG.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s