Daddy’s Log May 2015

Oke. Mungkin belum lama waktu berselang sejak Log April 2015. Tapi kali ini ada yang layak dirayakan.

Yang pertama. Facial feature. Enjel mulai sering mengernyitkan dahi. Ada beberapa kemungkinan. Mungkin Enjel ada keturunan suka mengernyitkan dahi seperti Papa. Atau mungkin Enjel sering berpikir keras, bagaimana cara memberitahu dua noob parents ini bahwa dia kebelet pipis. Atau mungkin diam-diam dia mendengarkan Suhu dan Nyonya yang tengah bercengkerama tentang bagaimana kelanjutan cicilan rumah. Atau memang semua bayi suka mengernyitkan dahi. Entahlah. Kami cuma punya satu. Dan yang satu ini suka mengernyitkan dahi. Seperti papanya.

2015-05-04 Daddys Log May

Semoga tidak tidur mikirin cicilan rumah seperti Papa ya nak. Ekspresi wajah tersebut di atas sering kita sebut muka empet. Kalau muka empet ini disambung dengan tersenyum. Kita harus waspada, curiga, siaga, dan cekatan. Ten out of ten, kita pasti perlu ganti popok. Kalau normal ya popok basah, kalau jackpot ya basah plus confetti.

Lucunya, meski dari depan tampak seperti Papa. Side profile Enjel sangatlah mirip dengan Mama. Dilihat dari samping Enjel persis sekali dengan foto Mamanya waktu kecil.

Tapi bukan masalah muka empet yang pantas dirayakan. Jadi beberapa hari ini, sekitar dua hari lalu sebenarnya, saat Mama melewati Enjel yang sedang tidur, bola mata Enjel berusaha mengikuti alur hilir mudik Mama. Sampai hitamnya terhenti sudut mata, Enjel berusaha menoleh. Enjel akhirnya bisa menoleh meskipun sangat perlahan. Tapi hari ini, ada sesuatu yang sangat menakjubkan. Saat tummy time. Tiba-tiba.

Eng ing eng.

20150504_082646.jpg

ENJEL MENGANGKAT KEPALANYA SENDIRI!!!

Enjel mengangkat kepalanya sendiri. Meskipun masih sering terjatuh. Untungnya dada Papa cukup empuk. Papa sendiri sering tertawa-tawa melihat kepala Enjel tiba-tiba nyembul dari bawah dagu papa. Sementara Enjel, masih expressionless dan dalam waktu kurang dari setengah menit, kepalanya bakal jatuh kehabisan tenaga. Mewek sebentar. Lalu kepalanya naik lagi. Ulangi. Begitu terus sampai ketiduran.