Step 4 (Optional) LTVP

Setelah bayi kita punya akte lahir, dicatatkan di Kedutaan Besar, punya paspor Indonesia, berarti bayi kita sudah Warga Negara Indonesia seutuhnya. Masalah bagaimana KBRI menyalurkan informasi tentang keberadaan bayi kita ke negara, itu sudah bukan wewenang kita. Meskipun Suhu sudah ada persiapan bahwa kemungkinan besar nama bayi kita tidak akan tercantum di cacah jiwa Indonesia Raya, dan nantinya kita harus mengurus memasukkan nama anak dalam Kartu Keluarga (yang sampai sekarang Suhu masih belum fasih dan faham akan fungsinya).

Intinya, urusan kita dengan Indonesia sementara ini dianggap beres. Sampai kita pulang ke ibu pertiwi, kita harus berurusan dengan birokrasi dalam negeri. Yang tiap kota tiap propinsi tiap daerah aturannya berbeda.

Sekarang kita akan mengurus tentang Singapore. Kita perlu izin tinggal yang valid untuk bayi kita. Agar supaya tidak jadi imigran gelap. Sudah kecil, ribut, gak bisa apa-apa, imigran gelap pula. Maka ada beberapa option. Kalau kedua orang tua Permanent Residence (PR), otomatis ada tendensi untuk apply PR buat bayinya. Meskipun ini terserah orang tua nya. Ada kasus di mana papa mama nya PR tapi anak nya tidak apply PR, sah sah saja. Yang mau Suhu tekankan adalah dua orang tua PR, anaknya tidak otomatis PR.

Maka alternatif nya adalah LTVP. Long Term Visit Pass. Untuk bisa dapat Long Term Visit Pass, salah satu Papa atau Mama nya harus sudah PR. Dua-dua nya PR juga boleh apply LTVP untuk bayinya.

Untuk apply Long Term Visit Pass, untungnya lumayan convenient. Bisa apply online. Apply nya di sini http://www.ica.gov.sg/services_centre_overview.aspx?pageid=376

Tujuan kita apply LTVP ini sebenarnya sederhana. Apply LTVP approval nya terbukti cukup cepat. Mungkin karena LTVP juga cuman berlaku tahunan, jadi tiap tahun harus apply LTVP lagi. Dengan alasan ini mereka tidak terlalu ketat pemeriksaannya. Pemegang LTVP hak-hak nya juga tidak sebanyak PR, jadi persyaratannya pasti lebih longgar.

Sedangkan Apply PR bertolak belakang. Karena privilege PR di sini cukup tinggi, nyaris seperti Citizen, persyaratannya sangat rumit. Sayangnya kriteria untuk PR tidak seberapa transparan, ada beberapa kasus aplikasi gagal meskipun  kelihatannya memadai, ada juga yang sukses meskipun jelas-jelas anomali. Selain hasil aplikasi PR yang penuh misteri, timeline nya pun tidak bisa ditebak, bisa berbulan-bulan.

Dengan alasan mencegah skenario belum-dapat-PR-padahal-izin-tinggal-sudah-habis, maka kita apply LTVP. Nanti kalau sudah dapat PR, tahun depan LTVP nya sudah tidak perlu apply lagi, karena tinggal di Singapore nya menggunakan PR. Kalau PR nya ditolak, ya seterusnya menggunakan LTVP sembari appeal dan re-apply PR, kalau masih ngeyel.

Setelah apply online kita akan dapat in-principle approval dalam jangka waktu 4-6 minggu. Lalu kita bayar online pakai Credit Card atau NETS S$ 60 issuance fee dan S$ 30 visa fee. Dan kemudian akan diberi appointment date untuk ambil kartu.

LTVP

Untuk Suhu, Suhu apply tanggal 28 Maret 2015. Cek sendiri di website ICA untuk status aplikasi nya. Tanggal 30 April 2015 waktu Suhu cek ternyata sudah ada in-principle approval. Langsung Suhu bayar. Dapat tanggal untuk collect LTVP card nya tanggal 16 Juni 2015. Padahal masa tinggal bayi cuma sampai 22 Juli 2015. Kebayang kan maksudnya kalau Suhu bilang nggak boleh nunda-nunda karena masih banyak steps di belakang. Itu perlu diingat bayi lahir 13 Maret 2015, apply nya tanggal 28 Maret waktu bayi masih usia 2 minggu sudah apply LTVP. Dan untuk apply LTVP itu perlu nomer paspor. Jadi yang step 1, 2, dan 3 itu sebaiknya memang dilakukan segera.

Untuk tanggal pengambilan kartu LTVP, bayi perlu dibawa. Immigration officer perlu lihat bayinya. Waktu kita di ICA, saat lihat bayinya, Immigration officer bilang wajahnya beda dengan yang di foto. Ya. Jelas beda. Waktu apply masih 28 Maret 2015 (usia dua minggu) semua masih kisut, foto nya jelas beda dengan sekarang 16 Juni 2015 (sudah 3 bulan) goyang-goyang nangis ketawa tanpa alasan.

Suhu sudah lihat definisi recent photo di ICA adalah foto 3 bulan terakhir. Jadi technically semua foto bayi ini valid, karena bayinya baru juga 3 bulan. Tapi karena officer nya ngotot dan kita nggak mau memperpanjang masalah, kita take photo di ICA. Langsung jadi dan waktu submit photo nya officer nya bilang langsung aja setelah dapat fotonya kasih ke counter dia. Nggak usah ambil nomer antri lagi.

Setelah semua kelengkapan diperiksa dan apa yang kita isi waktu online application diverifikasi kebenarannya (dokumen-dokumen asli harap dibawa untuk ditunjukkan immigration officer), dalam 15-20 menit kartu LTVP jadi. Ini konfirm memang cepat, karena kita ada lihat waktu mulai dari kita kasih foto nya fresh dari baru take photo sampai kartu di tangan kita cuma setengah jam.

Nah dengan adanya LTVP lebih lega karena bayi kita sudah pasti legal tinggal di sini. Sembari kita menunggu approval PR. Dan yang terpenting, bayi kita bisa travel overseas dan kembali ke Singapore tanpa masalah dengan LTVP sebagai izin masuk dan tinggalnya. Informasi ini penting untuk orang-orang yang mau buru-buru pulang biar anaknya ketemu kakek neneknya di tanah air.

Advertisements

2 thoughts on “Step 4 (Optional) LTVP

  1. Santy says:

    Apa yang harus kita lakukan apabila LTVP ditolak? Bisa segera apply ulang atau tunggu jangka tertentu? Passport saya dicap ulang dr saya extend DE 30 hari dengan bayar $30 hingga 16 Februari 2016 ini lalu jadi 4 Maret 2016 dimana kemarin saya baru saja submit dokumen dan hari ini saya sudah di email yang mana LTVP ditolak. Mohon pencerahannya. Thanks

  2. Wah kurang tahu saya. Mungkin bisa telpon ke ICA nya langsung 6391 6100 . Maaf baru nampak komennya mungkin sudah kelewat ya perlunya. Kalau punya jawabannya bisa dishare di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s