Daddy’s Log August 2016

Memiliki banyak kerabat menjadi tantangan tersendiri bagi seseorang. Terutama jika semua kerabat di tradisi cina memiliki panggilan yang berbeda. Tidak hanya uncle dan aunty seperti orang bule pada umumnya.

Evangeline memiliki seorang paman (adik daripada Nyonya) dan seorang bibi (kakak daripada Suhu). Panggilan untuk adik laki-laki ibu dalam dialek kami adalah “Auk”. Panggilan untuk kakak perempuan ayah dalam bahasa mandarin adalah “Kuku”.

Kadang kami membiasakan Evangeline untuk memanggil mereka lewat video call.

“Ini Auk Ming. Ayo panggil Auk.”

“Ini Kuku Yin. Ayo panggil Kuku.”

Semula Evangeline tidak banyak bereaksi. Tetapi perlahan sekarang Evangeline sudah bisa mengenali beberapa orang yang sering kita video call. Misalnya, Emak dan Engkong (papa mama Nyonya), Yeye dan Nainai (papa mama Suhu).

Kita juga mencoba berbagai kosakata.

“This is Owl. Owl.” *menunjukkan flashcard Burung Hantu

“Auk.”

“This is Dog. Dog barks. Woof woof. Guk guk.” *menunjukkan flashcard Anjing

“Ini siapa? Ayo bilang halo ke Kuku.”

“GUGUK!”

Secara umum Evangeline sudah bisa mulai beberapa kata. Bahasa planet sudah mulai menyerupai bahasa manusia. Beberapa notable words yang masih susah dibedakan oleh papa mama nya adalah.

Koh = Engkong (minta skype sama engkong) atau Corn (minta makan jagung)

Guguk = Anjing (lihat anjing) atau Kuku (lihat bibinya)

Auk = Owl (burung hantu) atau Auk (lihat pamannya)

Nana = Nainai (minta skype sama nainai) atau Celana (minta pakai celana)

Seputar tumbuh kembang

Evangeline sudah mulai menunjukkan ketertarikan pada mainan Tower of Hanoi. Mainan ini terdiri dari satu tusukan dan banyak donat berbagai ukuran berwarna-warni. Evangeline masih kesulitan untuk mengurutkan donat-donat ini berdasarkan diameternya. Tapi Evangeline sudah bisa memahami kalau urutan yang dimasukkannya itu salah. Tapi masih belum bisa membetulkan. Kalau yang besar di atas yang kecil, dia akan berusaha mengeluarkan donat-donat yang sudah masuk. Mengulangi dari awal. Salah lagi. Ulangi lagi. Sampai bosan. Atau lapar.

IMG-20160716-WA0013

main donat Tower of Hanoi sampai lapar

Evangeline sudah mulai tidur teratur. Berusaha bangun pagi untuk persiapan bulan depan masuk sekolah. Kebiasaan tidur bersama mama perlahan-lahan mulai digeser, papa mencoba mengambil alih jam tidur sementara mama sembunyi di luar kamar. Beberapa malam peralihan banyak kegagalan dan lolongan yang menggemparkan se-RT. Setelah meyakinkan warga bahwa kami tidak mencuri dan menyimpan sirene ambulans di dalam rumah kami, biasanya Evangeline tidur karena kecapekan. Bayangkan. Menangis sampai capek, terus ketiduran. Betapa malangnya nasibmu, nak.

Bulan ini Evangeline belajar untuk bersabar. Mama mengajarkan untuk “wait” dan “be patient”. Papa mengajarkan untuk “lay down” dan “siu sik” (istirahat). Ketergantungan Evangeline terhadap support system (papa dan mama) nampak makin kuat. Saat kita bertiga di kamar, kalau mama beranjak pergi, Evangeline akan menyerukan dengan crescendo “Mama mama mama mama” padahal mama nya cuma pergi pipis sebentar. Kalau papa bergerak “Papa papa papa papa” padahal papanya cuma geser karena posisi berbaring kurang pas. Kalau beneran ditinggal keluar kamar misalnya, teriakan nya akan intensify.

“Mama. Mama! MAMA! mamhaaahaaaaahahahaaaa mhambhaaa ….”

terjemahan bebas: “mama kenapa mama pergi. apa salah ananda, mama? mama aku berjanji tak mengulanginya lagi mama! apa karena aku minum susu terlalu banyak? bukan salahku mama ini genetik dari papa. mamaaa.”

Meraung-raung. Mengais daun pintu yang tertutup. Mencoba semua permutasi dan kombinasi nada yang bisa dicapai dari suku kata Ma-ma dalam berbagai nada. Sampai mama kembali ke kamar.

“Mama! MAMAH! Mama!”

terjemahan bebas: “mama telah kembali! juruslamat telah tiba! gelar permadani! sambut mama! papa! ngapain baringan di sana! pergi! sambut mama!”

Ohmygod. You should have seen her face. Dengan hanya suku kata ma-ma, Evangeline bisa mengekspresikan apa yang hendak dia ungkapkan.

Bulan Agustus bukan bulan yang ramah untuk kehidupan Suhu di kantor. Banyak masalah mulai dari klien yang tidak masuk akal, pasar yang sepi dan lesu, sampai arah karir secara umum. Tapi meskipun banyak gejolak di keruhnya pusaran aliran hidup yang fana ini, semua menjadi jernih saat Suhu membuka pintu depan *cekrek* mendorong daun pintu itu *kriyeeet* dan mendengar ada teriakan dari dalam dan sosok ini berlari kecil sambil berseru “Papa!”

Collage 2016-08-29 09_33_22

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s