Little Pandaren the Brawlmaster

 

Om Telolet Om.

Suara itu berbunyi lagi. Rupanya dari HP Suhu. Suhu baru ingat ringtone HP nya sudah diganti dengan nada dering ini. Biar kekinian. Suhu melihat layar smartphone nya yang sudah retak. Iya retak. Tidak mudah memiliki smartphone utuh dengan anak berusia dua tahun yang belum tahu bahwa benda dibanting bisa dipecah.

Kids Kingdom.

Demikian tertera di layar kaca smartphone Suhu. Degup jantungnya berdebar kencang. Telepon dari sekolah selalu berarti ada yang tidak benar. Apakah Evangeline jatuh? Apakah Evangeline sakit? Apakah ada bencana alam di sekolah? Mati lampu? Gempa bumi? Uang sekolah naik?

Suhu menyingkirkan semua pikiran buruk dari dalam benaknya dan berusaha tenang sambil menjawab.

“Halo?”
“Ya, dengan Angel Papa?”

Suara terbata-bata itu adalah Laoshi, guru wali kelas Angel di kelas Ikan Paus. Sejauh ini dia adalah guru yang paling dekat dengan Angel, sejak Teacher Lina keluar dari Kids Kingdom untuk menempuh karir di bidang lain.

“Wei, ya Laoshi ada apa?”
“Angel Papa, hari ini Angel mencakar teman sekelasnya sampai berdarah-darah.”
“Hah? Serius lukanya?”
“Lukanya hanya luka luar, tapi dicakar di wajah. Temannya berdarah. Aku telepon untuk mengingatkan jangan lupa potong kuku kalau sudah panjang.”
“Baik Laoshi. Maaf Laoshi. Tolong sampaikan maaf pada orang tua anak yang dicakar.”
“Tidak apa, Angel Papa.”

Menghela nafas. Suhu merasa lega. Merasa khawatir. Tercampur baur. Di satu sisi Suhu merasa bersyukur tidak ada apa-apa dengan Angel. Tapi Suhu juga khawatir. Suhu tidak sebegitu peduli dengan anak lain. Tapi dengan anak sendiri, Suhu bisa jadi over protective. Ini bukan kali pertama Suhu ditelepon Laoshi pada jam sekolah. Pernah sekali Laoshi lapor Angel digigit temannya sampai berdarah dan membekas berhari-hari.

Suhu khawatir bagaimana jika suatu hari Angel dibalas. Bagaimana kalau di lain hari Suhu ditelepon lagi dan kali ini Angel yang menjadi korban. Sore itu Suhu menjemput Angel di sekolah lalu bertanya pada Laoshi tentang kejadian cakar-mencakar tadi.

“Kenapa koq Angel tiba-tiba mencakar temannya, Laoshi?”
“Yang pertama …”

Yang pertama???

Ada lebih dari satu kali?

 

“Yang pertama karena temannya merebut snack dari mangkok Angel.”
“Oh my God.”

Angel adalah anak yang baik. Dan Suhu bilang ini bukan karena Angel adalah anak Suhu. Mungkin Suhu punya opini yang tidak  objektif. Tidak apa. Tapi satu hal yang Suhu tidak bisa pungkiri, Angel tidak bisa berbagi. Share. Karena dia satu-satunya anak di rumah, semua mainan milik Angel, semua barang anak kecil milik Angel. Siapa yang mau berebut dengan dia?

“Yang kedua tanpa sebab tiba-tiba Angel menyerang duluan.”
“Lalu bagaimana?”
“Untungnya di usia sekian, di kelas anak-anak Angel, mereka sudah bisa panggil ‘Laoshi laoshi, atau Teacher teacher‘ dan tidak saling balas. Kalau di rentang usia yang lebih kecil biasanya balas mencakar. Mereka sedang dalam usia suka lapor ke guru.”
“Oh untunglah perkelahiannya tidak berkepanjangan.”
“Lalu Angel kami hukum disetrap di office.”
“Oh, dikurung begitu.”
“Iya, dikurung sebentar, tapi tetap kami awasi. Di ruang guru ada kaca jadi kami bisa lihat.”

Suhu penasaran. Lantas Suhu bertanya.

“Laoshi, kalau Angel dipukul atau dicakar temannya, apa Angel juga bisa lapor Laoshi?”

Laoshi mendadak tergelak seolah tak bisa menahan tawa.

“Kenapa Laoshi tertawa?”
“Angel? Tidak ada yang berani memukul Angel, Angel Papa. Jangan khawatir.”

Hari itu Suhu belajar satu hal baru tentang anaknya. My little Panda. Little Pandaren the Brawlmaster.

“PAPA!”
“Angel! I heard today you are naughty?”

Dengan mata berbinar-binar Angel menjawab dengan lantang.

“YES PAPA!”

“Angel go office. Lagi!”

Papa is so proud of you. Worry. But proud.

Advertisements

2 thoughts on “Little Pandaren the Brawlmaster

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s