Quote

Big. So Big.

“Don’t touch that, Angel!”
“Hiiiyy … What’s that?”
“That’s poo. Eek. Your poo.”
“Wow”
“What? Wow what wow?”
“So. Big.”

Toilet training Evangeline, 2 yrs ½ month. Talk a lot. 95% nonsense.

Quote

Multi Lingual Foodie

“Angel, let’s eat!”
“Dowan!”
“Are you sure? Let’s eat with mama!”
“Dowaaan”
“Njel, ayo toh ndang makan papa laper.”
“…”
“Ada bakso lho. Agih kah ndang i lo.”
“Ada bakso?”
“Ada. Minta mama sana.”
“Let’s go!”

Evangeline, 2 yrs old multi lingual when it’s food related.

Little Pandaren the Brawlmaster

 

Om Telolet Om.

Suara itu berbunyi lagi. Rupanya dari HP Suhu. Suhu baru ingat ringtone HP nya sudah diganti dengan nada dering ini. Biar kekinian. Suhu melihat layar smartphone nya yang sudah retak. Iya retak. Tidak mudah memiliki smartphone utuh dengan anak berusia dua tahun yang belum tahu bahwa benda dibanting bisa dipecah.

Kids Kingdom.

Demikian tertera di layar kaca smartphone Suhu. Degup jantungnya berdebar kencang. Telepon dari sekolah selalu berarti ada yang tidak benar. Apakah Evangeline jatuh? Apakah Evangeline sakit? Apakah ada bencana alam di sekolah? Mati lampu? Gempa bumi? Uang sekolah naik?

Suhu menyingkirkan semua pikiran buruk dari dalam benaknya dan berusaha tenang sambil menjawab.

“Halo?”
“Ya, dengan Angel Papa?”

Suara terbata-bata itu adalah Laoshi, guru wali kelas Angel di kelas Ikan Paus. Sejauh ini dia adalah guru yang paling dekat dengan Angel, sejak Teacher Lina keluar dari Kids Kingdom untuk menempuh karir di bidang lain.

“Wei, ya Laoshi ada apa?”
“Angel Papa, hari ini Angel mencakar teman sekelasnya sampai berdarah-darah.”
“Hah? Serius lukanya?”
“Lukanya hanya luka luar, tapi dicakar di wajah. Temannya berdarah. Aku telepon untuk mengingatkan jangan lupa potong kuku kalau sudah panjang.”
“Baik Laoshi. Maaf Laoshi. Tolong sampaikan maaf pada orang tua anak yang dicakar.”
“Tidak apa, Angel Papa.”

Menghela nafas. Suhu merasa lega. Merasa khawatir. Tercampur baur. Di satu sisi Suhu merasa bersyukur tidak ada apa-apa dengan Angel. Tapi Suhu juga khawatir. Suhu tidak sebegitu peduli dengan anak lain. Tapi dengan anak sendiri, Suhu bisa jadi over protective. Ini bukan kali pertama Suhu ditelepon Laoshi pada jam sekolah. Pernah sekali Laoshi lapor Angel digigit temannya sampai berdarah dan membekas berhari-hari.

Suhu khawatir bagaimana jika suatu hari Angel dibalas. Bagaimana kalau di lain hari Suhu ditelepon lagi dan kali ini Angel yang menjadi korban. Sore itu Suhu menjemput Angel di sekolah lalu bertanya pada Laoshi tentang kejadian cakar-mencakar tadi.

“Kenapa koq Angel tiba-tiba mencakar temannya, Laoshi?”
“Yang pertama …”

Yang pertama???

Ada lebih dari satu kali?

 

“Yang pertama karena temannya merebut snack dari mangkok Angel.”
“Oh my God.”

Angel adalah anak yang baik. Dan Suhu bilang ini bukan karena Angel adalah anak Suhu. Mungkin Suhu punya opini yang tidak  objektif. Tidak apa. Tapi satu hal yang Suhu tidak bisa pungkiri, Angel tidak bisa berbagi. Share. Karena dia satu-satunya anak di rumah, semua mainan milik Angel, semua barang anak kecil milik Angel. Siapa yang mau berebut dengan dia?

“Yang kedua tanpa sebab tiba-tiba Angel menyerang duluan.”
“Lalu bagaimana?”
“Untungnya di usia sekian, di kelas anak-anak Angel, mereka sudah bisa panggil ‘Laoshi laoshi, atau Teacher teacher‘ dan tidak saling balas. Kalau di rentang usia yang lebih kecil biasanya balas mencakar. Mereka sedang dalam usia suka lapor ke guru.”
“Oh untunglah perkelahiannya tidak berkepanjangan.”
“Lalu Angel kami hukum disetrap di office.”
“Oh, dikurung begitu.”
“Iya, dikurung sebentar, tapi tetap kami awasi. Di ruang guru ada kaca jadi kami bisa lihat.”

Suhu penasaran. Lantas Suhu bertanya.

“Laoshi, kalau Angel dipukul atau dicakar temannya, apa Angel juga bisa lapor Laoshi?”

Laoshi mendadak tergelak seolah tak bisa menahan tawa.

“Kenapa Laoshi tertawa?”
“Angel? Tidak ada yang berani memukul Angel, Angel Papa. Jangan khawatir.”

Hari itu Suhu belajar satu hal baru tentang anaknya. My little Panda. Little Pandaren the Brawlmaster.

“PAPA!”
“Angel! I heard today you are naughty?”

Dengan mata berbinar-binar Angel menjawab dengan lantang.

“YES PAPA!”

“Angel go office. Lagi!”

Papa is so proud of you. Worry. But proud.

The Tome of Ethereal Knowledge

When we buy a new gadget, we were given a User Manual. Nobody really reads it. And when you can’t do some of its function, you refer to it. That’s provided you haven’t lost that book yet. Most of the time you have lost it before you even read it.

When Evangeline was born, we were given a health booklet from KK Hospital. It contains many useful information like schedule of immunisation (many many many abbreviations there BCG HepB DTaP IPV PCV MMR ASL PLS LOL ROFL WTFBBQ). It also contains the charts where we can foresee the growth of our baby in term of weight and height. And to compare the baby among its peers based on local statistics and get rough estimate at which percentile the baby is. Competition since early days, being Asian at its finest.

So every now and then we will refer to this sacred Tome of Ethereal Knowledge. Either for the immunisation schedule, or to check whether the weight and height of our daughter is considered “normal”. Her height is usually in 50th percentile and weight is generally in 95th percentile. She’s not fat. She’s chubby. She’s not shortie, she’s normal but she grows horizontally faster than she is vertically. Takes after her father.

But the one thing that I always find in the Tome is the developmental checklist. So they have this several checklists containing few statements in each list. Every list came with the age of the baby in the title. So let’s say for example in the checklist for 6 months old, they will have a statement like “Your child is able to roll over from stomach to back or
back to stomach”. If your baby can do it, you tick the box next to it. If your baby can’t do it, pfffftttt my baby can. I win you lose.

The book is given for free by Health Promotion Board to the parents of the kids born in Singapore. So everyone here has it. But for the benefit of readers who does not reside here, this is the link to the softcopy.

https://www.healthhub.sg/sites/assets/Assets/Programs/screening/pdf/health-booklet-2014.pdf

I would say the Singapore government does a fine job in providing this to the clueless first time parent. The questions that always linger like “Is this normal?” can be easily answered by reading it. On top of the checklist for you to keep track of your baby’s development, the Tome gave you an indication on how many months 90% of the babies can tick off that statement. Using the same example above, the Tome said 90% of the babies can tick off the rolling stomach-back-stomach at the age of 5 months old.

 

So in case your baby malfunctions, please refer to the manual. Or bring to the nearest pediatrician or clinics or hospital if you think it’s serious and urgent. They might be able to repair your baby. Strictly no return policy. No one to one replacement, too.

Quote

Solo Singer

“Do you want to sing?”
“Yes!”
“Okay let’s sing! Twinkle twinkle little star …”
“Papa no sing please. Angel sing.”
“Ok ok Angel sing. Twinkle …”
“Papa! Ssshh!!!”

Evangeline, a week plus to 2 yrs old.

I’m not hurt. I’m okay. *Sobbing* Sorry daddy’s voice is not nice.