The Baby Moon

Suhu sangat canggung dengan istilah-istilah yang dicetuskan trend. Misalnya, pre-wedding photography. Ini trend generasi kita. Jaman papa mama kita dulu mana ada? Sebuah kegiatan yang memakan biaya cukup banyak, untuk foto-foto pasangan bukan muhrim. Latar belakangnya apa, tujuannya apa, masih misteri buat Suhu. Yang jelas, anggarannya mesti ada.

Setelah menikah, ada istilah honeymoon. Nah kalau yang ini Suhu tahu. Biasanya untuk pasangan yang baru menikah, pergi berlibur romantis. Suatu ikhtiar yang tak kunjung Suhu penuhi, meski dulu pernah berjanji pada Nyonya. Alasannya banyak. Cuti kami berdua habis karena selain resepsi pernikahan di sini, kami juga terbang ke kampung halaman. Proses persiapan pernikahan memakan banyak waktu dan mengkonsumsi jatah cuti. Secara finansial, waktu kami baru menikah, kami fokus ke dana untuk rumah. Jadilah honeymoon tertunda. Tapi alasan terbesar adalah takdir ilahi, karena seakan diberi pertanda, saat kami mau ke Jepang, nuklir Fukushima meledak.

Selain Jepang, Nyonya juga doyan Korea. Maka otomatis pilihan kedua adalah Korea. Honeymoon Korea pun terus tertunda karena satu dan lain hal. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk membeli tiket promo ke Seoul. Layaknya tiket promo, tiket ini dibeli jauh-jauh hari. Jauh sebelum skenario hamil ini masuk ke kehidupan Suhu dan Nyonya. Saking lamanya tertunda, honeymoon ini jadi Baby Moon. Acara bepergian romantis menyambut kehadiran si kecil. Mumpung belum ada yang ngganggu, ceritanya. Biar dunia masih milik berdua. Eh istilah Baby Moon ini beneran ada, bukan Suhu yang buat. Meskipun Suhu baru tahu istilah ini ya sekarang ini.

Sebagai first-time parent, Suhu dan Nyonya selalu paranoid senantiasa. Bertanya pada dokter, apakah aman wanita hamil untuk terbang. Melalui gerbang magnet di airport dan lain sebagainya. Dari empat kali airport screening, tiga berhasil minta diperiksa dengan jalur khusus tanpa gerbang magnetik, berbekal surat keterangan dokter. Untungnya, periode paling aman untuk terbang itu triwulan kedua. Pas-pas an dengan tiket promo kami yang sudah dibooking jauh-jauh hari.

Ada yang bilang Baby Moon itu penting. Kalau bisa ke luar negeri atau ke tempat yang jauh, planet lain sekalian. Sebabnya adalah setelah bayi lahir, kehidupan pasangan suami istri akan berubah. Kalau istilah namaewadina, ibarat tata surya kehidupan jadi bayisentris. Dunia akan berpusat pada bayi. Oleh karena itu, ialah bijaksana untuk menunaikan ibadah bepergian dalam kedok baby moon. Menurut teman-teman yang nge-share di Facebook, sangat susah bepergian dengan membawa bayi. Teman Suhu yang selalu travelling secara ringkas cuma bawa tas kabin dan kamera, setelah punya dua anak bepergian bawa dua kwintal. Isinya mulai dari susu, popok, kain, stroller, gendongan, mainan anak-anak, semua dibawa sekalian encusnya dimasukin koper.

Kata mereka itupun kalau bayinya terlalu kecil susah. Papa Mama Suhu turut mengiyakan. Kalau anaknya masih terlalu kecil susah diajak bepergian ke luar negeri. Alhasil setelah Papa Suhu hengkang dari Jerman dan Mama Suhu mudik dari Taiwan sekitar tiga puluh tahun silam, lahirlah Suhu. Sejak kepulangan mereka ke tanah air, mereka menunda pergi ke luar negeri lagi karena Suhu masih kecil. Sampai akhirnya mereka pergi lagi dua puluh tahun kemudian, saat Suhu wisuda.

The Baby MoonMaka Suhu menepati hikmat honeymoon bin babymoon nya ke Nyonya. Liburan berikutnya adalah saat bayi kita wisuda. Suhu dan Nyonya menjelajahi ibukota Korea Selatan ini secara swasembada. Beberapa tempat yang kami singgahi di Seoul antara lain ziarah ke tempat-tempat drama dan variety show Korea sebagai berikut (kronologis).

  • Incheon International Airport – Runningman 33: The Fugitive with Oh Ji Ho.
  • Hongdae Area – Runningman 34 with UEE and Park Joon Kyu
  • Jjimjilbang – pemandian umum di berbagai drama dan variety show
  • Nami Island (luar kota Seoul) – Winter Sonata: Bae Yong Jun dan Choi Ji Woo]
  • Ewha University – Runningman 176: Men’s Popularity Race
  • Dongdaeun – Gwangjang Market dan Cheonggyecheon Stream (We Got Married: Taecyeon x Guigui)
  • Insadong – jalanan pendek pusat seni.
  • Myeongdong – pusat belanja kosmetik, billboard penuh foto2 Suzy MissA di mana-mana.
  • Sinseon Seolnongtang – drama Brilliant Legacy

Selain sekitar Seoul kami naik pesawat domestik ke Jeju Island. Transportasi di sini lebih mudah untuk Nyonya yang sedang hamil karena Suhu menyewa mobil (setirnya left-hand drive, terbalik dari Indonesia/ Singapore). Tempat persewaan mobilnya KT Kumho, sama dengan yang dipakai crew Runningman waktu shooting di Jeju. Di Jeju kami menyempatkan diri untuk pergi ke tempat-tempat berikut:

  • Cheonjeyeon Falls, CheonjiyeonWaterfalls – ada beberapa air terjun yang dianjurkan, kami ke salah satunya (namanya mirip). Karena jalanan mendaki tangga dan relatif licin, untuk keamanan Nyonya kami skip dan menuju ke tempat lain. Setelah numpang pipis tentunya.
  • Emart – seberang Seogwipo World Cup Stadium. Belanja murah ala ibu-ibu.
  • Aqua Planet – RunningMan 105: Jeju Money Game with Han Ji Min
  • Coastal Drive – Berbekal GPS bahasa Korea, Suhu dan Nyonya berkendara mobil sewaan untuk mengitari jalan sepanjang pantai selatan Jeju. Kami melakukan stopover di berbagai tempat seperti menara mercusuar (Lighthouse – IRIS finale), Swiri Hill couple bench at the Shilla (Swiri)
  • Seopjikoji – sangat populer untuk shooting berbagai drama. Mungkin kalian bisa mengenalinya dari RunningMan 58: Jeju Island Special with Cha Tae Hyun and Shin Se Kyung.
  • Lee Jung Seop food street – Setelah berapa kali makan malam di sini karena dekat hotel, Suhu dan Nyonya baru tahu kalau tempat ini terkenal.
  • Black Pork khas Jeju yang selalu dipromosikan di berbagai acara Korea. Dagingnya sudah ada rasa tanpa perlu dibumbui.
  • Gogi Guksu – Ada Jeju Pork Ramen yang sangat terkenal sampai orang-orang mengantri panjangnya di dekat Jeju Airport. Kami makan di warung sebelahnya. Karena ibu hamil penuh dengan cinta, dan cinta tak dapat menunggu. Lapar. Tapi toh di sepanjang jalan ini, semua warung jualan barang yang sama. Nama jalannya Guksu Geori, di mana semua warung jualan Gogi Guksu.

Bagi yang ingin mencoba mengunjungi tempat-tempat di atas, sangat dianjurkan untuk mencari pasangan hidup yang fasih baca tulis korea. Negara ini bukan tempat yang English-friendly (mayoritas berbahasa Korea, lisan dan tulisan), dan juga bukan tempat yang pregnant-friendly (stasiun MRT nya banyak tangga dan tidak semua punya lift/ eskalator). Tapi perjalanan ini akan selalu jadi kenangan Suhu dan Nyonya yang tak terlupakan, terutama the Jjimjilbang experience di Seoul dan Taifun experience di Jeju.

Advertisements