Baby Expo

Negara di mana Suhu kini bersemayam memang terkenal sebagai negara dengan populasi sedikit. Dengan angka kelahiran memprihatinkan. Tapi saat Suhu pergi ke Rumah Sakit Bersalin KK Hospital, selepas mata memandang isinya ibu-ibu hamil semua.

Tak disangka tak dinyana, Suhu menemukan fenomena lautan ibu-ibu hamil di tempat lain. Selain Rumah Sakit Bersalin. Tempat itu adalah Singapore Expo.

Sebuah bangunan besar yang dibangun dengan tujuan untuk lokasi penyelenggaraan berbagai macam pameran. Mulai dari makanan, perabotan, barang industri, konferensi, cuci gudang, dan tak terkecuali barang-barang keperluan bayi. Para peserta pameran berbondong-bondong mendaftar untuk memeriahkan suasana pameran yang disiapkan oleh penyelenggara. Hampir setiap hari selalu ada kegiatan silih berganti.

Setiap topik pameran hanya berselang selama beberapa hari, mengikuti jadwal yang bsia dilihat di website pameran.

Suhu sangat familiar dengan tempat ini. Tatkala Suhu masih muda, Suhu acap kali menghadiri pameran-pameran gadget elektronik bertajuk PC Show, IT Show, IT Fair, Sitex, Comex, dan sejenisnya. Tak dinyana sekian tahun silam telah membuat Suhu semakin taktis dalam menghadiri event serupa tapi taksama, yakni Baby Fair, Mummy’s Market, Baby Expo, Baby baby Singapore, Baby World, dan kawan kawan.

Meskipun barang yang dijual berbeda, namun nuansa pameran tetap sama. Booth atawa kios kios penjual diposisikan seperti grid diagram Cartesian. Sumbu X dan Sumbu Y. Sumbu X dengan abjad, sumbu Y dengan angka. Dari kiri A bergerak ke kanan lalu B, C, D dan seterusnya. Dari dekat pintu masuk nomer 1, makin ke dalam bergerak ke 2, 3, 4, dan seterusnya. Untuk yang masih bertanya-tanya kenapa waktu sekolah kita diajari membaca atlas, ini aplikasi di dunia nyata.

Jangan meremehkan kegunaan peta lokasi. Prinsip utama pameran gadget dan bayi adalah sama. Fokus. Apa yang kamu cari. Apa yang kamu perlukan. Dengan jumlah ibu-ibu gembul keji yang siap menindas, kereta-kereta bayi dengan roda-roda berduri yang siap melindas, bapak-bapak kebingungan yang terhempas, kamu tidak akan mau berada di tengah-tengah gedung ini, dan, tersesat.

Meski ukurannya tidak seberapa luas, tapi salah jalan bisa membuang waktu dan arahmu. Bahkan di beberapa saat beberapa jalur akan terblokir total. Misalnya ada promosi Hourly Deal untuk pampers atau susu bayi. Ibu-ibu akan berkerumun dan konsentrasi manusia di jalur itu membuat tidak mungkin untuk dilalui tanpa cedera serius.

Untuk mempermudah fokus, Suhu sering memilah-milih vendor atawa kios penjual berdasarkan barang jualannya. Satu toko memang tidak hanya menjual satu barang. Tapi barang yang dijual kebanyakan sejenis. Hampir tidak pernah ada kios yang hybrid menjual dua jenis komoditas sekaligus. Hal ini disebabkan karena yang buka kios di pameran kebanyakan adalah produsen. Biasanya barang disalurkan ke pengecer (retail) sebelum sampai ke tangan konsumen. Tapi dengan wadah pameran ini, produsen bisa mencapai konsumen secara langsung, dengan memotong middleman fee, produsen dan konsumen sama-sama diuntungkan. Ada juga middleman yang ikut buka kios di sini, tapi sangat jarang, dan kalau pun ada, hanya pedagang grosir (wholesaler) sekelas hypermart.

Dengan fakta tidak ada kios yang menjual lebih dari satu jenis produk, mudah untuk mengkategorikannya. Ada tiga kategori utama, yaitu Sandang, Pangan, Papan. Semuanya ada di katalog pameran, contohnya kira-kira seperti ini.

baby expoSandang meliputi segala sesuatu yang nempel bayi. Baju celana pasti, overall termasuk, topi, ini yang basic. Buat newbie di dunia perbayian, ada istilah baru yaitu bedong. Bedong ini sebuah istilah universal untuk kain pembungkus bayi. Tentu masih ada hal-hal lain seperti gurita, booties dan mitten, swaddle, woombie, muslin cloth, swaddle cloth, muslin swaddle cloth, swaddle muslin cloth. Semuanya kain, semuanya serupa tapi tak sama. Yang bisa membedakan hanya saudagar tekstil jalur sutra dan ibu-ibu.

Pangan meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan makanan. Pada hakikatnya bayi tidak punya banyak pilihan makanan karena organ pencernaannya pun belum sempurna. Asupan nutrisi bayi datangnya hanya dari susu. Dalam hal ini ASI dari ibunya. Suhu baru tahu bahwa bayi bahkan tidak boleh minum air putih! Harus minum ASI. Susu sapi? Boleh! Kalau bayinya sapi!

Papan meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat tinggal bayi. Untuk bayi yang baru lahir, perlu disiapkan tempat untuk ganti popok. Bisa juga dimultifungsikan di ranjangnya, merangkap diaper changing station. Cari tempat yang sesuai tingginya biar tidak terlalu banyak membungkuk. Ada juga stroller (kereta bayi) dan carrier (ransel terbuka untuk diisi bayi) dari berbagai macam kualitas dan merek.

Untuk Suhu dan Nyonya, kami membeli beberapa barang yang dirasa penting. Alasan kami membeli hanya tiga. Urgent. Important. Good Deal.

Urgent. Karena si kecil ndak seberapa lama lagi bakal nongol, barang-barang yang harus sudah ada saat si kecil owek, harus dibeli sekarang. Misalnya, seperangkat baju pertama. Ini menghindari bayi kita dibawa pulang bugil dari rumah sakit. Untuk urgent, tidak harus kualitas terbaik, tidak harus harga termurah, yang penting punya dulu, dan kita bisa hidup lebih tenang mengetahui kita sudah memenuhi kebutuhan ini untuk sementara waktu.

Important. Barang yang sangat esensial, dan hampir pasti dipakai. Seperangkat botol susu merk Avent dibungkus Suhu dan Nyonya. Bak mandi untuk bayi agar si kecil higienis, sabun mandi, tisu basah, dan popok size paling kecil. Beda dengan urgent, barang important harus melalui sesi riset dari internet review dan tanya-tanya ibu-ibu yang sudah pengalaman.

Good Deal. Barang yang masuk kategori ini sebenarnya sudah termasuk borderline gaya hidup konsumtif. Belum tentu dipakai, tapi karena saking murahnya, kita ganyang dulu dengan keyakinan kalau perlu di kemudian hari, harganya tidak bisa semurah ini.

Di kemudian hari kalau sempat, Suhu akan me-review produk-produk yang Suhu beli untuk si kecil.